Kami yakin Allah SWT mengirinkan sebuah isyarat besar kepada kita semuanya bahwa ini adalah momentum pemebenahan diri sekaligus momentum kebangkitan PKS

Kami yakin Allah SWT mengirinkan sebuah isyarat besar kepada kita semuanya bahwa ini adalah momentum pemebenahan diri sekaligus momentum kebangkitan PKS

Kami yakin Allah SWT mengirinkan sebuah isyarat besar kepada kita semuanya bahwa ini adalah momentum pemebenahan diri sekaligus momentum kebangkitan PKS

Tampilkan postingan dengan label depok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label depok. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

" Konvensi Demokrat Bisa Lecehkan Tokoh Nasional"

Konvensi calon presiden (Capres) Partai Demokrat dinilai sebagai langkah untuk meningkatkan elektabilitas partai berlambang segitiga mercy itu menjelang Pemilu 2014.

Sebab, pusat perhatian publik terhadap Partai Demokrat mulai dialihkan kepada konvensi Capres yang disebut sebagai proses demokrasi. Sementara, kasus korupsi yang menjerat beberapa kadernya secara berlahan mulai menghilang.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik dan Hukum Tata Negara Asep Warlan Yusuf mengatakan, sangat menyayangkan jika konvensi itu dipakai untuk meningkatkan elektabilitas partainya. Menurutnya, hal itu sebagai pelecehan kepada para tokoh peserta konvensi itu.

"Kalau konvensi ini digunakan hanya untuk mengangkat elektabilitas justru penghinaan kepada tokoh-tokoh peserta konvensi itu," kata Asep, kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (31/8/2013) malam.

Kata Asep, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semestinya menjelaskan prosedur penjaringan Capres itu. Mengingat, tercantum dalam AD ART Partai Demokrat bahwa penetapan Capres ditentukan oleh Majelis Tinggi.

"Kalau memang SBY tidak mau konvensi ini sebagai alat pencitraan, seharusnya dilakukan secara terbuka. AD ART partai seharusnya dirubah, sehingga konvensi ini dapat berjalan baik," jelas Guru Besar Universitas Parahyangan itu.

Sebelumnya, Mahfud MD menolak mentah-mentah sebagai kandidat konvensi capres Partai Demokrat. Alasannya, Mahfud tidak mendapat restu dari berbagai tokoh agama maupun masyarakat. Dalam kesempatan itu, Mahfud menilai penjaringan capres itu semata-mata untuk meningkatkan elektabilitas Demokrat.

"Bahwa dibalik penyelenggaraan konvensi ada motif untuk menaikkan elektabilitas Partai Demokrat. Menurut saya hal tersebut sah adanya," kata Mahfud di hadapan anggota Komite Konvensi Capres Partai Demokrat, di Jakarta, Kamis (29/8/2013). [mes](inilah)

Selasa, 30 Juli 2013

" PAN Tuding PKS, Untuk Pembelaan Kasus Impor Daging Yang Menyeret Hatta"

Menurut Ketua DPP PKS Sohibul Iman, nama Ketua Umum PAN Hatta Rajasa disebut-sebut dalam persidangan kasus suap impor daging sapi. Tidak ada upaya politikus PKS menyeret Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

"Kalau itu gegabah kalau disebut PKS. Itu kan di pengadilan, jangan ada sangkaan-sangkaan aneh begitu. Jangan punya sangkaan," jelas Sohibul di Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Sohibul meminta tidak ada sangkaan buruk. Apalagi di bulan Ramadan saat ini. "Kalau saya sih, jangan saling tuduh begitu kita percayakan pada proses hukum. Apa bisa kita rekayasa pengadilan kan? Tidak ada. Jangan saling sangka di bulan puasa," harapnya.

Seperti diberitakan, Partai Amanat Nasional (PAN) geram nama Hatta Rajasa disebut-sebut dalam kasus impor daging sapi.

Ketua DPP PAN Bima Arya menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berupaya menyeret Hatta dalam kasus yang melibatkan Luthfi Hasan Ishaaq.

Birokrasi program impor daging memang harus melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Namun, tidak ada keterlibatan individu atau partai politik.

Menurut Bima, PKS ingin membentuk opini kasus tersebut terjadi struktural dan bukan untuk kepentingan partai.

"Keuntungan supaya semua tidak tertuju pada PKS. PKS kan sekarang jadi master 'mind' utama," ujar Bima saat dihubungi, Selasa (30/7/2013). [rok](inilah)

Aspidi Akui Ajukan Penambahan Kuota Impor ke Hatta, Ternyata Sekarang Ketahuan

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring, mengakui pernah mengajukan permohonan penambahan kuota impor daging sapi kepada Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Permohonan penambahan kuota impor dilakukan karena stok daging sapi lokal tidak memadai buat 2013.

Thomas mengaku mengkonsep surat itu bersama-sama dengan Ketua Dewan Aspidi, H Juard Effendi yang juga Direktur General Affair dan HRD PT Indoguna Utama serta terpidana kasus suap pengurusan kuota impor daging.

"Iya betul kami sempat kirim surat ke Menko Perekonomian minta tambahan kuota impor daging. Yang mengkonsep saya dan pak Juard. Isinya untuk menjelaskan suplai daging sapi lokal kurang hingga harus ada tambahan impor," kata Thomas saat bersaksi dalam sidang Luthfi Hasan Ishaaq, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (29/7/2013).

Menurut Thomas, kebijakan pemotongan drastis kuota impor daging mengakibatkan melambungnya harga daging. Dia menuding penerapan kebijakan swasembada daging sapi oleh Kementerian Pertanian belum tepat jika dilakukan saat ini.

"Kita waktu itu memang meminta penambahan kuota impor langsung kepada Menko Perekonomian, karena kalau situasi seperti sekarang di mana impor dipotong dan harga daging naik, importir sering dituding macam-macam. Kartel lah, mafia, dan lain-lain," ujar Thomas.

Pengakuan Thomas ini sejalan dengan kesaksian Juard dalam nota pembelaan. Dia mengakui pernah mengirim surat kepada Hatta Rajasa meminta penambahan kuota impor daging sapi. Bahkan, dalam pledoi itu, Juard menyebut Hatta dengan 'Pak Uban.'

Namun, dalam beberapa kesempatan, Hatta membantah pernah menerima surat permohonan penambahan kuota impor daging sapi itu. Menurut dia, penetapan kuota impor daging sapi dirumuskan dalam rapat terbatas antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian. [mvi](inilah)

Minggu, 28 Juli 2013

Fahmy Irfansyah Caleg PKS No. 6 Berbagi Santunan

DPRa Abadijaya : 26/07/2013 Dpra Abadijaya melakukan kegiatan santuanan 25 anak yatim dan 20 dhuafa diselenggarakan di tempat kediaman Fahmy Irfansyah Jl. Amil Ali No.90 Lingk. Cipayung RT.03 RW.01 Abadijaya, Depok Timur.Fahmy Irfansyah merupakan  ketua DPRa Abadijaya dan juga sebagai Calon Legislatif Nomor Urut 6

Acara santunan ini di hadiri juga oleh Andyarini Kencana Wungu Anggota Legislatif PKS Komisi D, Lurah Abadijaya, Tokoh masyarakat undangan serta kader PKS setempat

Santunan ini bertujuan untuk memberikan perhatian DPRa PKS Abadijaya terhadap warga sekitar yang khususnya anak yatim dan dhuafa, dan juga untuk meringankan beban mereka walau santunan ini hanya sealakadarnya tapi mudah-mudahan bermanfaat buat mereka, ujar Fahmy Irfansyah

 


Kamis, 25 Juli 2013

Jenderal Sisi Tabuh Genderang Perang 26 Juli Mendatang



Pemimpin Kudeta Militer Mesir, Jenderal Abdul Fattah Sisi hari ini (Rabu/23/7) meminta seluruh orang Mesir untuk turun ke jalan-jalan Mesir Jum'at lusa, untuk memberikan kewenangan kepada Militer dan Polisi Mesir menghalau "anarkis dan teroris", dalam pidatonya, ia juga menegaskan tetap berpegang teguh pada road map kudeta.

Hal tersebut diungkapkan oleh sisi dalam pidatonya pada acara wisuda akademi kelautan dan pertahanan udara di Kairo;

"Saya meminta kepada semua rakyat Mesir yang terhormat,agar Jum’at besuk turun ke jalan, sebagai bentuk pelimpahan kekuasaan dan perintah mereka kepadaku untuk menghadapi radikalisme dan terorisyang mungkin terjadi."

Ia juga menegaskan bahwa ajakannya turun ke jalan-jalan hari Jum'at bukan ajakan untuk melakukan kekerasan, ia juga mengungkapkan dukungannya kepada segala usaha untuk melakukan rekonsiliasi nasional.


Sementara itu, Koalisi Nasional Pendukung Legitimasi dalam konferensi persnya di Rabeah Al-Adewah Square menyebut Jendral Abdul Fattah Sisi sebagai direktur kudeta dan dialah yang benar-benar mengendalikan negara Mesir saat ini. Dalam pernyataannya, Koalisi Nasional Pendukung Legitimasi yang dibacakan oleh Pemimpin Islam Abdul Gani menyebut pidato dan ajakan As-Sisi adalah ajakan terang-terangan untuk perang saudara, Shafwat Abdul Gani menegaskan bahwa aksi demonstrasi akan terus berlanjut dengan jargon "Rakyat memutuskan penggulingan kudeta (As-Sya'b Yuqarriru Isqath Al-Inqilab)". Lansir RNN

Tanggapan lain juga datang dari petinggi Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) DR. Muhammad Baltagie yang menganggap ajakan Sisi untuk melakukan demostrasi di jalan-jalan Mesir ini adalah ajakan untuk melakukan pembunuhan lebih luas dan ajakan Sisi seperti ajakan Firaun kepada kaumnya:  (Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa..QS.Shad; 26), seruan ini adalah seruan untuk membunuh lebih banyak lagi. (Islamicgeo/Sinai)

Rabu, 24 Juli 2013

Ormas Menyerang Kantor PPP di Depok

PPP
Sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Depok merusak kantor PAC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kecamatan Sukmajaya, Depok yang berlokasi di RT 01/21, Kelurahan Bhakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Sekelompok orang dari sebuah ormas mengaku diutus oleh seseorang berinisial FS.

Kejadian tersebut dipicu oleh adanya penghentian proyek galian kabel optik telepon milik FS di Jalan H Saman Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok oleh Mansyur sebagai ahli waris tanah dan Didik Ketua Ranting PPP. Tanah tersebut diklaim milik Mansyur.

Berawal saat Senin, 22 Juli pukul 21.00 WIB pengerjaan penggalian kabel dimulai. FS yang merupakan pemilik tanah tower telepon seluler mendapat informasi bahwa proyek pengerjaan penggalian kabel optik tersebut dihentikan oleh Mansyur, Didik dan Saiful, sehingga FS merasa kesal.

Hingga akhirnya, pukul 14.00 WIB sebanyak 10 orang menggunakan enam unit sepeda motor dari sebuah ormas yang diduga anak buah FS melakukan pengrusakan terhadap kantor PAC PPP Sukmajaya. Pengrusakan dilakukan dengan merobohkan pagar, merobohkan baliho dan merusak bendera PPP serta merusak rolling door dan fasilitas kantor.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Achmad Kartiko membenarkan insiden tersebut. Pihaknya juga sudah berhasil mengidentifikasi pelaku pengerusakan. "Iya betul, pelakunya juga sudah berhasil diidentifikasi," ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/7/2013) malam.

Namun, Kartiko enggan berkomentar lebih lanjut terkait aksi anarkis tersebut. Satu orang saat ini tengah diperiksa atas kasus tersebut. "Kami sudah mengamankan pelaku, dan masih kami selidiki," tandasnya.(oz)

Selasa, 23 Juli 2013

Ta'jil Bersama DPC PKS Sukmajaya di 6 Kelurahan


DPC Sukmajaya : dalam rangka tajil bersama PKS seluruh indonesia dilaksanakan serentak 79.000 kelurhan DPC Sukmajaya juga melaksanakannya di seluruh kelurahan yang ada di wilayaha kec Sukmajaya
Kecamatan sukmajaya terdiri dari enam kelurahan diantaranya Kelurahan sukmajaya,Abadijaya, Baktijaya, Cisalak, Tirtajaya, dan Mekarjaya adapun titik-titik konsentrasi yang dijadikan penyebaran Ta'jil antara lain

Kelurahan Sukmajaya

Mulai  dirw 05 rumah Pak nasrul, lalu  arak-arakan berkeliling kampung hingga berakhir di rumah Rw 08. Dan langsung iftor jama'I bersama caleg no 3 Whidy Prasetyo sambil membagi-bagikan ta'jil ke rumah-rumah warga  blusukan ke kampung-kampung, gang-gang sempit, dari rumah dipedalaman satu ke pedalaman lainnya.

Kelurahan Baktijaya

Dpra Baktijaya pembagian ta'jil terpusat dititik rw 17/18, rw 28 rt 4, rw 22, rw 27 rt 3
Yakni di mulai dari Jl raya pelni,Pertigaan menuju jl juanda

Kelurahan Cisalak

DPRa Cisalak melakukan aksi nya di sepanjang jalan gang Masjid

Kelurahan Tirtajaya

DPRa Tirtajaya melaksanakannya Di jln RRI di pertigaan GDC 

Kelurahan Mekarjaya

DPRa Mekarjaya juga melakukan aksinya di RW 16, 21 melewati  jl. proklamasi 

Kelurahan Abadijaya

DPRa Abadijaya melakukan aksinya di RW. 11, 12, 13, 14 & 23 dengan jalur Jalan Proklamasi (ruko2), Jalan Kawi, Jalan Musi, Jalan Rinjani, Jalan Cisokan 

Acara Ta'jil tersebut dihadiri oleh para Caleg Dapil Sukmajaya

Senin, 22 Juli 2013

15.000 Rupiah Berdagang Sampai Larut Malam, Tetap Rajin Ibadah

Kakek ini berdagang mulai jam 08.00 pagi sampai jam 20.00 malam. Berdagang keliling di Depok kalau malam bada maghrib dagang di depan kantor pos Depok 2 tengah. Penghasilan rata -rata sehari Rp 30.000 dipotong utuk makan sisa setengahnya Rp15.000 yang dibawa pulang seminggu sekali kerumah untuk istri   tercinta di leuwinangung, Bogor. 

Beliau senin-jumat selesai berdagang tidur dimasjid terminal Depok membawa perlengkapan pakaian secukupnya yg terlihat lusuh. Setiap malam minggu jam 20.00 pulang kerumah naik angkot 02 lanjut naik kereta turun di stasiun Bogor kemudian naik angkot lagi. 

Beliau hanya tinggal berdua degan istrinya di rumah, anak-anak mereka sdh tinggal berjauhan. Mungkin sisa uang hasil berdagang sedikit yang dibawa pulang karena kebutuhan harian saat ini semakin tinggi.

Semangat beliau dalam mencari nafkah patut diancungi dengan tidak menjadi pengemis "tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah" itu prinsip hidupnya. Beliau terlihat rajin sholat berjamaah dimasjid bahrul ulum. Ilmu enterprener, semangat dan kesabarannya bisa menjadi contoh kita semua (sugeng)
.

Minggu, 21 Juli 2013

Cara Kader PKS Menyikapi Pemberitaan Tempo

Sudah menjadi takdir dan sunatullah, ketika kemenangan diraih akan diirigi dengan ujian yang sangat berat, diantara kemenangan dan ujian ditengah-tengahnya adalah nilai-nilai kesabaran. sejauh mana nilai kesabaran itu akan dipertahankan disitulah kemangan dan kekalahan

Begitu juga dengan PKS, tanda-tanda kemenangan yang sudah didepan mata untuk menjadi partai pemenang dipentas perpolitikan Indonesia dengan raihan yang diprediksi akan menjadi tiga besar, dengan melihat tanda-tanda kemenangan tersebut tidak heran ada pihak-pihak yang merasa terusik termasuk media yang sangat ekstrim menyerang PKS yakni Media Tempo

Setelah kasus impor daging sapi yang di kipas-kipas lewat pemberitaanya dan kini bagian Tifatul Sembiring yang akan diserang dengan majalah Tempo yang menampilkan wajah yang sangat menjijikkan, serangan-demi serangan tentunya kita harus pandai-pandai untuk mengatur pola bertahan dan menyerang ada beberapa hal untuk menyikapi majalah tempo yang sangat ekstrim menyerang PKS dengan berita minim fakta  diantaranya :

1. Kita selaku kader PKS tentunya harus lebih cerdas dari orang yang membuat berita, cara menyikapinya jangan terpropokasi dengan membeli majalah tersebut, cukup DPP saja beli satu dan DPP melakukan info lengkap ke kader

2. Media cetak pada tahun-tahun ini mengalami penurunan oplah yang sangat drastis, bahkan media nasional yang sudah malang melintang dikabarkan 20 persen mengalamai penurunan apalagi Tempo yang sekarang sudah banyak ditinggalkan oleh para pembacanya

3. Tenaga pikiran kita jangan terlalu banyak meladeni pemberitaan Tempo, karena konsumsi majalah Tempo terbatas hanya kalangan tertentu, masyarakat mayoritas di pedesaan dan perkampungan tidak begitu tertarik karena bacaannya berat dan lagi harganya mahal

4. Kesalahan besar ketika kita membeli Tempo khusunya yang memberitakan PKS dengan sudut pandang tidak obyektif, atau meng intruksikan untuk memborong ini akan menjadi bumerang karena dikemudian hari akan terus dipermainkan lewat berita karena majalah Tempo tersebut laris dan akan mendapat keuntungan ganda

5. Kita tetap solid dan menanggapi santai politik ini permainan, toh yang dituduhkan Tempo selama ini banyak cenderung fitnah nya ketimbang fakta
(amz)

Ketua DPRD Asal Demokrat, Terancam Penjara Seumur Hidup

Ketua DPRD Kab. Bogor Iyus Djuher terancam hukuman pidana seumur hidup dan denda Rp 1 miliar. Dia diduga menerima uang suap Rp 715 juta untuk penerbitan izin lokasi Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) di Desa Antajaya Kec. Tanjungsari Kab. Bogor seluas 1 juta meter persegi atas nama PT Garindo Perkasa.

Ancaman itu terungkap dalam dakwaan terhadap terdakwa Iyus Djuher yang dibacakan jaksa penuntut umum Ely Kusumastuti, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. LLRE Martadinata Kota Bandung, Kamis (18/7/2013). Ancaman hukuman pidana seumur hidup dan denda Rp 1 miliar itu tercantum dalam dakwaan primer pasal 12 UU RI No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20/2001.

Untuk dakwaan subsider diterapkan pasal 5 UU RI No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20/2001 dengan ancaman pidana penjara minimal 1 tahun maksimal 5 tahun dan denda Rp 50 juta (minimal) hingga Rp 250 juta (maksimal). Dalam sidang yang dipimpin Sinung Hermawan itu, pejabat Kab. Bogor yaitu Usep Jumeno (staf di Disdik Bogor) dan Listo Welly Sabu.

Jaksa membeberkan, kasus itu bermula ketika Dirut PT Garindo Perkasa Sentot Susilo merintis proyek TPBU (Januari 2011). Dia lalu mengajukan permohonan biaya sebesar Rp 40 miliar kepada Ida Nuraida (Komisaris Utama PT Garindo Perkasa). Nominal itu termasuk dana pengurusan izin lokasi sebesar Rp 3 miliar.

Pada April 2011, Sentot menyuruh Direktur Operasional PT Garindo Perkasa Nana Supriyatna untuk mengurus izin lokasi. Nana lalu menemui Usep Jumeno. Usep menyanggupi dan kemudian bertemu dengan Sentot di akhir tahun 2011 untuk membicarakan biaya pengurusan izin lokasi.

Bulan Maret 2012, Usep bertemu Doni Ramadhani (Kasubag Penataan Wilayah Sekretariat Daerah Kab. Bogor) untuk minta bantuan pengurusan izin lokasi TPBU. Doni setuju dan meminta perusahaan melengkapi syarat administrasi.

Tanggal 21 Mei 2012, Jumeno mengajukan permohonan izin lokasi ke Badan Perizinan Terpadu (BPT) Kab. Bogor dan kemudian diagendakan peninjauan lokasi. Tanggal 23 Mei 2012, Tim Teknis Perizinan/Non Perizinan dan Nana, meninjau lokasi TPBU. Demi kelancaran, Sentot dan Nana telah menggelontorkan uang Rp 40 juta (Rp 21,5 juta untuk Doni dan tim teknis, Rp 17,5 juta untuk Jumeno, dan Rp 1 juta untuk staf Disdik Kab. Bogor Siti Mardiah.

Setelah dilakukan tinjauan lapangan, ternyata lahan itu tidak memenuhi syarat untuk pemakaman. Berdasarkan Perda Kab. Bogor No. 19/2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Bogor juncto Perbup Bogor No. 83/2009 tentang Pedoman Operasional Pemanfaatan Ruang, kawasan itu hanya untuk tanaman tahunan, pertanian lahan basah, dan hutan produksi. Tidak diperkenankan untuk TPBU.

Untuk memuluskan rencana, Sentot dan Nana memberikan uang Rp 100 juta kepada Doni melalui Jumeno. Rinciannya ialah Rp 45 juta untuk penerbitan Berita Acara Rapat Pembahasan Izin Lokasi yang dibuat seolah-olah sesuai ketentuan, dan Rp 55 juta untuk Jumeno.

Sentot melalui Nana, juga memberikan Rp 250 juta kepada Jumeno untuk pengurusan rekomendasi dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkab Bogor. Rinciannya ialah Rp 33 juta untuk Nana, Rp 105 juta untuk Doni, Rp 75 juta untuk Rosadi Saparudin (Kadis Kebersihan dan Pertamanan), Rp 32 juta untuk Jumeno, dan Rp 5 juta untuk Siti Mardiah.

Berkat kucuran dana itulah, Rosadi menerbitkan surat No. 593/1025.PP tanggal 17 Juli 2012 tentang Kajian atas Peninjauan Lokasi TPBU. Di bulan Agustus 2012, Jumeno menemui Listo Welly Sabu untuk minta bantuan pengurusan izin karena Doni dianggap gagal.

Jumeno menjanjikan uang Rp 400 juta kepada Listo. Listo menyanggupinya dan akan meminta bantuan Iyus Djuher (Ketua DPRD Kab. Bogor). Iyus Djuher menyanggupinya. Sentot lalu menggelontorkan dana Rp 250 juta untuk pengurusan surat dari Bappeda Kab. Bogor, Dinas Tata Ruang dan Pertanahan, Perhutani dan BPN. Dari dana itu, Iyus mendapat bagian Rp 115 juta, Listo Rp 125 juta, Jumen Rp 5 juta, dan Nana Rp 5 juta.

Setelah menerima uang itu, Iyus menghubungi Kadis Tata Ruang Burhanudin untuk membantu pengurusan sehingga keluar Surat No. 591.3/1525-PR tanggal 6 September 2012 tentang Arahan Peruntukan Ruang. Iyus juga menemui Dandan Mulyadi (Kepala Bappeda Kab. Bogor) agar izin TPBU dibantu hingga keluar Surat No. 050/518-Sarpras tanggal 6 September 2012. Iyus lalu menyerahkan surat itu ke Nana melalui Listo.

Iyus pun menghubungi Burhanudin (Kasi Pengaturan dan Penataan Pertanahan Kantor Pertanahan Kab. Bogor). Sentot mengucurkan dana lagi sebesar Rp 150 juta untuk pengurusan pembuatan Peta Hasil Pengukuran Rekonstruksi Batas Kawasan Hutan Gunung Sanggabuana RPH Cariu BKPH Jonggol KPH Bogor dari Perhutani. Sebanyak Rp 30 juta diterima Saptari (Kaur humas dan agraria) KPH Bogor.

Singkat cerita, Bupati Bogor Rahmat Yasin, menandatangani izin lokasi TPBU walaupun bukan peruntukannya. Iyus lalu berencana memberikan surat izin itu kepada Sentot di rest area Sentul pada 16 April 2013. Saat itulah KPK menggerebek berikut barang bukti uang tunai Rp 1 miliar.

Rincian uang tersebut ialah Rp 715 juta untuk Iyus Djuher (diberikan melalui Jumeno dan Listo) serta Rp 200 juta di tas ransel Sentot. KPK juga menyita uang Rp 990 juta yang disimpan di Kantor PT Garindo Perkasa (PR)


"DPRa PKS Mekarjaya Di Gruduk Tokoh Setempat " Waduhhh

DPRa Mekarjaya Depok : Sabtu 20/07/2013 melaksanakan kegiatan temu tokoh se Kelurahan Mekarjaya dengan tema " Silaturahim Tokoh Perempuan PKS bersama Tokoh Masyarakat Se Kelurahan Mekarjaya. selain temu tokoh acara tersebut juga memberikan ratusan bingkisan, santunan dhuafa, serta iftor bersama, menurut ketua pelaksana sekaligus ketua Unit Perempuan PKS Mekarjaya Amiyem Aminah acara ini bertujuan untuk mendekatkan Kami terhadap masyarakat sekitar khususnya di Kelurahan Mekarjaya dimana sekretariat Kami berada dilingkungannya, dan juga memberikan kepedulian terhadap kaum dhuafa sebagai bentuk empati dan saling tolong menolong, pugkas nya

Acara bertempat di Jl. Dadap Mekarjaya Depok Timur di Gedung Serbaguna Posyandu Nusa Indah, dihadiri oleh Andyarini Kencana Wungu, Tokoh Rw  Seluruh Kelurahan Mekarjaya, tokoh Agama dan Majelis Taklim serta Undangan.

Dalam Sambutannya Andyariani Kencana Wungu yang akrab disebut Umi Asma Aleg PKS dan Sekarnag dicalonkan kembali menjadi Aleg nomor urut 2, Menjelaskan bahwa di bulan ramadhan ini perlu meningkatkan peran serta sosial dan empati terhadap kaum dhuafa, karena dengan berpuasa kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran betapa letihnya kita berpuasa, dan bagaimana ketika dalam kehidupan sehari-hari ada orang yang tidak menemukan makanan, oleh sebab itu lewat acara ini kita memberikan santunan dalam rangka syukur kita kepada Allah Swt.

Masyarakat berbondong-bondong datang ke acara tersebut ruangan serta tenda yang disediakan tidak bisa menampung jumlah peserta santunan dan undangan, walau PKS di fitnah masyarakat tidak terpengaruh (Amz)

Caleg PKS Blusukan, Ta'jil On The Road DPRa Sukmajaya,,,Subhanallah...

Fahmy Irvansyah, Caleg no. 6
Hari masih terbilang sore, namun barisan awan berwarna abu-abu telah sampai diatas bumi Sukmajaya. Hembusan sang anginpun menyapa lembut, memberikan aroma derai hujan yang  akan turun.  Jarum jam menunjukkan angka 16:30, disebuah sudut pertigaan Depok Timur depan , tepatnya di depan Alfamart BBM, puluhan kader DPRa Sukmajaya telah berdatangan. Puluhan kerdus berisikan makanan pembuka puasa atau ta’jil telah dipersiapkan. Kegiatan ini dibawah coordinator langsung Bapak Jainal Nurdin, yang juga seorang bendahara DPra dan kepanduan DPC PKS Sukmajaya.

Ta’jil On The Road kali ini, mengangkat tema “ Berbagi Berkah Ramadhan bersama PKS”, diselenggarakan oleh kader-kader DPRa Sukmajaya, yang selalu siap siaga dan cepat dalam menjalankan aktivitas da’wah. Dibawah pimpinan seorang pemuda yang sangat energik, cekatan dan penuh ide-ide cemerlang, kami selalu bersatu menjalankan setiap kegiatan yang ada.  “Saya sangat berterima kasih kepada seluruh kader DPRa Sukmajaya dan para donatur, yang telah mempersiapkan 500 paket ta’jil  yang akan kami bagikan kepada para pejalan kaki, pengguna motor, mobil, bis dan angkot yang melewati lokasi TOR” ungkap Ketua DPRa PKS Sukmajaya, Irvan Heriyanto yang juga aktif di Depok King’s Club (DKC) dengan senyum ramahnya.

Tidak hanya kader DPRa PKS Sukmajaya saja yang turun membagikan, Ustad  Fahmi Irvansyah pun yang diberi amanah oleh struktur sebagai calon anggota Legislatif dapil sukmajaya dengan nomer urut 6,  juga turut andil membagikan ta’jil ke jalan-jalan, senyum dan sapa nya yang selalu bersahabat , ia urai kepada setiap masyarakat yang melewati lokasi TOR.” Saya sangat bangga dengan kekompakan yang dimiliki oleh seluruh kader DPRa Sukmajaya, pengorbanan mereka sangat luar biasa” jelas pak Fahmi disela kesibukkannya membagikan ta’jil di jalan.  Detik bergeser menjadi menit…hanya dalam waktu 20 menit dari pukul 17:30,  500 paket ta’jil habis tak tersisa.

Desau angin semakin terasa, mengusik pilar-pilar senja menuju malam, semua yang mendapatkan ta’jil pun merasa senang, karena didalam kemacetan, mereka memperoleh paket ta’jil yang sangat istimewa, yang dikemas dengan rasa cinta yang sangat luar biasa.(v3)